Cara Memilih DPLK Terbaik untuk Program Pensiun Karyawan
October 2, 2026Pola ini berulang tiap musim audit. Auditor meminta laporan aktuaria untuk liabilitas imbalan kerja, bagian keuangan baru sadar angkanya belum ada, lalu semua orang mencari jasa aktuaria PSAK 219 dengan tenggat yang sudah dekat. Tulisan ini kami buat supaya Anda tidak berada di posisi itu. Kami jelaskan apa yang dikerjakan aktuaris, data apa yang perlu Anda siapkan, dan cara menilai konsultan sebelum Anda menandatangani kontrak.
Apa itu PSAK 219 dan kenapa perlu aktuaris?
PSAK 219 adalah standar akuntansi keuangan tentang imbalan kerja. Nomor ini adalah penomoran baru dari PSAK 24 yang berlaku sejak 1 Januari 2024, dan isinya mengacu pada IAS 19 Employee Benefits. Standar ini mengatur cara perusahaan mengakui, mengukur, dan mengungkapkan semua imbalan untuk karyawan, mulai dari gaji dan bonus sampai pesangon dan program pensiun.
Imbalan jangka pendek seperti gaji bulanan cukup dicatat oleh bagian akuntansi. Persoalannya ada di imbalan pascakerja dan imbalan jangka panjang lainnya. Pesangon yang baru dibayar 20 tahun lagi sudah menjadi kewajiban perusahaan hari ini, dan angkanya harus muncul di laporan posisi keuangan. Untuk menghitungnya, seseorang perlu memperkirakan berapa karyawan yang bertahan sampai pensiun, berapa gaji mereka saat itu, dan berapa nilai uang tersebut jika dihitung mundur ke hari ini. Pekerjaan semacam itu adalah pekerjaan aktuaris.
Di Indonesia, perusahaan yang punya karyawan tetap hampir selalu punya kewajiban pesangon menurut peraturan ketenagakerjaan, jadi sebagian besar perusahaan menghadapi pertanyaan yang sama. Auditor biasanya meminta laporan aktuaria independen sebagai bukti pendukung untuk pos liabilitas imbalan kerja. Tanpa laporan itu, opini audit bisa tertahan.
Apa saja yang dikerjakan jasa aktuaria PSAK 219?
Prosesnya dimulai dari data. Kami meminta daftar karyawan lengkap dengan tanggal lahir, tanggal masuk kerja, gaji, dan status kepegawaian. Setelah itu kami membaca peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebijakan internal lain untuk mengetahui manfaat apa yang sebenarnya dijanjikan. Banyak perusahaan memberi manfaat di atas ketentuan minimum undang-undang, dan selisih itu ikut masuk hitungan.
Langkah berikutnya adalah menyusun asumsi. Kami menentukan tingkat diskonto, kenaikan gaji, tingkat pengunduran diri, tabel mortalitas, dan usia pensiun. Setiap asumsi perlu alasan yang bisa dipertahankan di depan auditor, jadi kami mencatat dasar pemilihannya satu per satu.
Dari situ perhitungan berjalan dengan metode Projected Unit Credit, yaitu metode yang diwajibkan PSAK 219 untuk program imbalan pasti. Metode ini memproyeksikan manfaat yang akan dibayar setiap karyawan, menghitung nilai kininya, lalu membaginya menurut masa kerja yang sudah dijalani dan masa kerja yang akan datang.
Hasil akhirnya berupa laporan yang memuat nilai kini kewajiban imbalan pasti, biaya jasa kini, biaya bunga, dan pengukuran kembali yang dicatat di penghasilan komprehensif lain. Laporan itu juga memuat rekonsiliasi saldo awal dan akhir, analisis sensitivitas, serta perkiraan beban untuk tahun berikutnya. Bagian keuangan memakai angka-angka ini untuk menyusun jurnal dan catatan atas laporan keuangan.
Asumsi mana yang paling mengubah hasil?
Tingkat diskonto memegang pengaruh terbesar. PSAK 219 meminta perusahaan memakai imbal hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi, dan jika pasarnya tidak cukup dalam, memakai imbal hasil obligasi pemerintah. Di Indonesia sebagian besar valuasi memakai obligasi pemerintah karena pasar obligasi korporasi berkualitas tinggi masih tipis. Selisih satu poin persentase pada tingkat diskonto bisa menggeser nilai liabilitas hingga belasan persen, terutama pada perusahaan dengan banyak karyawan muda yang masa kerjanya masih panjang.
Asumsi kenaikan gaji bergerak ke arah sebaliknya. Semakin tinggi kenaikan gaji yang diproyeksikan, semakin besar manfaat pesangon di masa depan dan semakin besar kewajiban hari ini. Angka ini sebaiknya mengikuti kebijakan kenaikan gaji yang benar-benar berjalan di perusahaan Anda, bukan angka inflasi umum yang diambil sembarang.
Tingkat pengunduran diri sering diremehkan. Perusahaan dengan perputaran karyawan tinggi punya kewajiban yang lebih kecil per kepala, karena banyak karyawan pergi sebelum mencapai masa kerja yang memberi manfaat besar. Aktuaris perlu melihat data historis pengunduran diri selama beberapa tahun, lalu menyesuaikannya dengan kondisi terbaru. Sisanya adalah usia pensiun dan tabel mortalitas. Banyak valuasi di Indonesia memakai Tabel Mortalitas Indonesia, sedangkan usia pensiun mengikuti peraturan perusahaan.
Bagaimana kaitan PSAK 219 dengan UU Cipta Kerja dan PP 35/2021?
Besaran minimum uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak diatur dalam UU Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Nilai manfaatnya bergantung pada masa kerja dan alasan berakhirnya hubungan kerja. Karena itu aktuaris harus memodelkan setiap alasan berhenti, yaitu pensiun normal, meninggal dunia, cacat, dan pengunduran diri, dengan kelipatan manfaat yang berbeda untuk masing-masing.
Jika perjanjian kerja bersama atau peraturan perusahaan Anda menjanjikan manfaat yang lebih besar dari ketentuan minimum, aktuaris memakai angka yang lebih besar itu. Peraturan juga bisa berubah, jadi pastikan konsultan Anda mengikuti perkembangannya dan menyebutkan dasar hukum yang dipakai di dalam laporan. Untuk penafsiran hukum ketenagakerjaan yang rumit, kami menyarankan Anda tetap berkonsultasi dengan penasihat hukum.
Data apa yang perlu disiapkan sebelum menghubungi konsultan?
Data yang rapi memangkas waktu pengerjaan lebih banyak daripada apa pun. Siapkan daftar karyawan dalam satu berkas, biasanya Excel, dengan nomor induk karyawan, tanggal lahir, tanggal masuk, gaji pokok atau upah yang dipakai sebagai dasar perhitungan manfaat, jabatan, dan status kontrak. Tambahkan daftar karyawan yang keluar selama tahun berjalan beserta alasannya, karena data itu membantu aktuaris menilai tingkat pengunduran diri.
Sertakan juga dokumen kebijakan, misalnya peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, dan surat keputusan tentang pesangon atau program pensiun. Jika Anda punya laporan aktuaria tahun lalu, kirim juga. Konsultan baru bisa memeriksa konsistensinya dan menjelaskan kenapa angka tahun ini berbeda.
Bagaimana memilih jasa aktuaria PSAK 219 yang tepat?
Mulai dari kualifikasi. Tanyakan siapa aktuaris yang menandatangani laporan, apa kompetensinya, dan apakah ia tercatat di asosiasi profesi aktuaris. Tanyakan juga izin usaha kantor konsultannya. Laporan yang ditandatangani orang tanpa kualifikasi yang jelas akan sulit dipertahankan saat auditor mulai bertanya.
Berikutnya, lihat apakah konsultan mau menjelaskan asumsinya. Konsultan yang baik bisa menjawab kenapa tingkat diskonto yang dipilih 6,8 persen dan bukan 7,2 persen, dan bisa menunjukkan datanya. Jika jawabannya hanya “itu standar kami”, cari yang lain.
Tanyakan pula pengalaman konsultan dengan auditor. Laporan yang bagus di atas kertas tetap bisa ditolak jika formatnya tidak sesuai kebutuhan kantor akuntan publik. Konsultan yang sudah sering bekerja dengan berbagai KAP biasanya tahu apa yang akan ditanyakan, dan sudah menyiapkan jawabannya di dalam laporan.
Perhatikan juga jadwal dan cakupan revisi. Tanyakan berapa lama pengerjaan setelah data lengkap, apakah konsultan menemani Anda saat auditor mengajukan pertanyaan, dan apakah revisi dikenai biaya tambahan. Penawaran termurah sering terlihat menarik sampai laporannya ditolak dan Anda membayar dua kali.
Kesalahan apa yang sering terjadi?
Kesalahan pertama adalah data yang tidak diperbarui. Karyawan yang sudah keluar masih ada di daftar, gaji yang sudah naik belum tercatat, dan tanggal masuk kerja salah ketik. Satu kolom yang keliru pada ratusan baris bisa menggeser hasil cukup jauh.
Kesalahan kedua adalah memakai asumsi tahun lalu tanpa ditinjau. Kondisi pasar berubah, dan tingkat diskonto per akhir tahun pelaporan harus mencerminkan keadaan pada tanggal itu. Kesalahan ketiga adalah menyerahkan data terlalu dekat dengan tenggat audit, sehingga aktuaris tidak punya ruang untuk memeriksa dan auditor tidak punya waktu untuk membaca.
Kesalahan keempat adalah mengira manfaat perusahaan hanya mengikuti undang-undang. Sering kali ada kebijakan internal, kebiasaan membayar lebih, atau janji lisan yang sudah lama berjalan. Hal-hal itu perlu diungkapkan kepada aktuaris sejak awal. Kesalahan kelima adalah menganggap laporan aktuaria sebagai urusan sekali setahun yang selesai setelah dikirim ke auditor. Angka di dalamnya mempengaruhi laba rugi, ekuitas, dan rasio keuangan yang dilihat bank dan investor, jadi pimpinan perlu paham ringkasannya.
Berapa lama pengerjaan dan apa yang memengaruhi biayanya?
Waktu pengerjaan bergantung pada jumlah karyawan, kualitas data, dan kerumitan manfaat. Perusahaan dengan satu jenis manfaat pesangon dan data bersih bisa selesai jauh lebih cepat daripada perusahaan dengan beberapa program, beberapa entitas, dan data yang tersebar di banyak berkas. Biaya mengikuti faktor yang sama. Karena itu kami tidak mencantumkan tarif umum di sini. Cara yang jujur adalah melihat contoh data Anda lebih dulu, baru memberi penawaran.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang jasa aktuaria PSAK 219
Apakah perusahaan kecil juga perlu laporan aktuaria?
Tergantung standar akuntansi yang dipakai. Entitas yang memakai SAK umum dengan PSAK 219 perlu menghitung liabilitas imbalan kerjanya, berapa pun ukuran perusahaannya. Entitas yang memakai SAK Entitas Privat atau SAK EMKM punya ketentuan sendiri, jadi tanyakan ke auditor atau akuntan Anda sebelum memutuskan.
Seberapa sering valuasi perlu dilakukan?
Umumnya setiap tahun, mengikuti tanggal pelaporan keuangan. PSAK 219 meminta valuasi dilakukan cukup teratur agar jumlah yang diakui tidak berbeda material dari nilai sebenarnya. Dalam praktik, perusahaan melakukan valuasi lengkap tiap akhir tahun buku.
Bisakah hasil tahun lalu cukup diperbarui saja?
Kadang bisa. Jika jumlah karyawan, struktur gaji, dan kebijakan manfaat tidak berubah banyak, aktuaris dapat memperbarui hasil tahun lalu dengan teknik roll-forward. Jika ada perubahan besar, misalnya akuisisi, restrukturisasi, atau perubahan kebijakan pesangon, valuasi penuh lebih aman.
Apakah beban imbalan kerja langsung mengurangi pajak?
Secara umum, beban imbalan kerja yang masih berupa cadangan belum otomatis menjadi pengurang penghasilan kena pajak, dan pengakuannya mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku. Perlakuan pastinya bergantung pada kondisi perusahaan, jadi tanyakan kepada konsultan pajak Anda.
Apa beda aktuaris dengan akuntan dalam urusan ini?
Akuntan mencatat dan melaporkan angka. Aktuaris menghasilkan angka untuk kewajiban yang jatuh tempo bertahun-tahun ke depan, dengan metode statistik dan keuangan. Keduanya bekerja berurutan: aktuaris menghitung, akuntan mencatat, dan auditor memeriksa hasilnya.
Langkah berikutnya
Kalau tahun buku Anda segera berakhir, jangan menunggu auditor mengirim permintaan. Kumpulkan data karyawan, kumpulkan dokumen kebijakan, lalu hubungi konsultan minimal beberapa minggu sebelum tenggat. Dengan begitu aktuaris punya waktu memeriksa data, dan Anda punya waktu membaca laporannya sebelum auditor datang.
Jika Anda sedang mencari jasa aktuaria PSAK 219 untuk perusahaan atau untuk klien kantor akuntan publik Anda, tim di konsultanaktuaria.com siap membahas kebutuhan Anda. Kirimkan gambaran jumlah karyawan dan jenis manfaat yang berlaku, dan kami akan menjelaskan data apa yang dibutuhkan serta bagaimana prosesnya berjalan.

