Sebagai praktisi keuangan atau manajemen perusahaan, urusan pesangon dan hak pascakerja karyawan seringkali menjadi beban besar jika tidak dipersiapkan sejak dini. Di sinilah standar akuntansi pelaporan […]
Asumsi aktuaria adalah perkiraan terukur yang dipakai untuk menghitung kewajiban imbalan kerja di masa depan. Dalam praktiknya, asumsi ini mencakup tingkat diskonto, kenaikan gaji, usia pensiun, […]
Cadangan imbalan kerja jangka panjang dihitung dengan mengestimasi manfaat yang akan dibayar perusahaan pada masa depan, lalu mengubahnya menjadi nilai kini berdasarkan masa kerja, kenaikan gaji, […]
Perhitungan pesangon menurut aturan terbaru tidak memakai satu angka yang berlaku untuk semua pekerja. Nilainya bergantung pada masa kerja, upah bulanan, alasan PHK, serta hak lain […]
Apa itu imbalan pasca kerja? Imbalan pasca kerja adalah kompensasi yang wajib dibayarkan perusahaan kepada karyawan setelah masa kerjanya berakhir, entah karena pensiun, mengundurkan diri, atau […]
Auditor mengevaluasi laporan aktuaria dengan menguji tiga hal utama: apakah data karyawan lengkap, apakah asumsi perhitungan masuk akal, dan apakah angka kewajiban yang disajikan perusahaan sesuai […]
Actuarial gain and loss adalah perubahan nilai kewajiban imbalan pascakerja yang muncul karena asumsi atau pengalaman aktual berbeda dari perkiraan. Dalam laporan keuangan, perubahan ini biasanya […]
Asumsi diskonto dalam valuasi aktuaria ditentukan dari tingkat imbal hasil pasar yang sesuai dengan mata uang, jangka waktu, dan karakteristik arus kas kewajiban. Angka ini bukan […]
Setiap kali seorang aktuaris menghitung premi asuransi jiwa atau menaksir kewajiban dana pensiun, satu alat kerja selalu ada di mejanya: tabel mortalita. Tabel ini menyimpan angka […]