Aktuaris internal bekerja di dalam perusahaan dan memahami bisnis dari hari ke hari, sedangkan konsultan aktuaria eksternal datang sebagai pihak independen untuk menangani analisis atau penugasan […]
Standar praktik aktuaria yang berlaku di Indonesia berasal dari dua lapis aturan: Standar Praktik Aktuaria Indonesia (PSPAI) yang diterbitkan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), serta ketentuan […]
Aktuaris publik membantu audit laporan keuangan dengan menghitung dan menilai kewajiban yang bergantung pada asumsi masa depan, seperti imbalan pensiun, pesangon, manfaat kesehatan, dan kewajiban perusahaan […]
Perbedaan utamanya terletak pada posisi dan pihak yang dilayani: aktuaris perusahaan bekerja sebagai bagian dari perusahaan asuransi, sedangkan aktuaris publik memberikan jasa secara independen kepada klien, […]
Laporan aktuaria harus ditandatangani aktuaris bersertifikat karena laporan itu dipakai untuk menetapkan angka yang berdampak langsung pada uang, kewajiban, dan hak banyak orang. Cadangan klaim, iuran […]
Kode etik profesi aktuaris melindungi klien dengan memaksa aktuaris bekerja berdasarkan kompetensi, kejujuran, kerahasiaan, dan penilaian yang bebas dari tekanan pihak yang membayar jasa. Aturan ini […]
Perbedaan aktuaris junior, senior, dan fellow paling terasa pada pengalaman, kewenangan profesional, dan jenis keputusan yang bisa mereka tangani. Namun, jabatan “senior” tidak otomatis berarti seseorang […]
Perusahaan membutuhkan aktuaris bersertifikat karena keputusan terkait risiko, cadangan, pensiun, dan manfaat karyawan harus berdiri di atas perhitungan yang dapat diuji, bukan sekadar opini. Konsultan bisa […]
Gelar FSAI adalah gelar profesional Fellow of the Society of Actuaries of Indonesia yang diberikan kepada aktuaris yang memenuhi standar pendidikan, ujian, pengalaman kerja, dan etika […]