IKNB OJK mengawasi konsultan aktuaria dengan menilai siapa yang boleh memberikan jasa, bagaimana pekerjaan aktuaria dilakukan, dan apakah hasilnya dipakai secara benar oleh perusahaan asuransi, dana […]
Imbalan kerja di industri ritel dan distribusi tidak berhenti pada gaji bulanan. Totalnya bisa mencakup upah pokok, lembur, insentif penjualan, komisi, THR, iuran BPJS, cuti berbayar, […]
Perusahaan jasa profesional dan konsultan membutuhkan aktuaria terutama untuk menghitung kewajiban imbalan kerja, menilai risiko biaya tenaga kerja, dan menyediakan angka yang dapat dipertanggungjawabkan dalam laporan […]
Aktuaria untuk rumah sakit berfokus pada biaya layanan kesehatan, risiko klaim, dan keberlanjutan pendanaan pasien. Untuk yayasan, perhatian aktuaris lebih banyak tertuju pada umur dana, arus […]
Perhitungan imbalan kerja untuk perusahaan tambang dan energi tidak cukup dilakukan dengan mengalikan masa kerja dan gaji terakhir. Perusahaan perlu memisahkan kewajiban jangka pendek, pesangon, pensiun, […]
OJK dapat menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang lalai mencadangkan imbalan kerja, terutama jika kelalaian itu membuat laporan keuangan menyesatkan, mengurangi laba secara semu, atau menunjukkan perusahaan […]
Regulasi OJK terbaru soal aktuaria tidak berdiri dalam satu aturan tunggal. Perusahaan asuransi perlu membaca beberapa ketentuan sekaligus, terutama POJK 23 Tahun 2023 tentang perizinan dan […]
Valuasi aktuaria dibutuhkan BUMN dan anak perusahaannya untuk menghitung kewajiban imbalan kerja secara masuk akal, bukan sekadar menebak berapa dana yang mungkin harus dibayar di masa […]
Tantangan aktuaria di industri konstruksi dan properti terletak pada ketidakpastian yang panjang, mahal, dan saling berkaitan. Aktuaris harus menghitung risiko kecelakaan kerja, keterlambatan proyek, kerusakan bangunan, […]