Regulasi OJK terbaru soal aktuaria tidak berdiri dalam satu aturan tunggal. Perusahaan asuransi perlu membaca beberapa ketentuan sekaligus, terutama POJK 23 Tahun 2023 tentang perizinan dan […]
Valuasi aktuaria dibutuhkan BUMN dan anak perusahaannya untuk menghitung kewajiban imbalan kerja secara masuk akal, bukan sekadar menebak berapa dana yang mungkin harus dibayar di masa […]
Tantangan aktuaria di industri konstruksi dan properti terletak pada ketidakpastian yang panjang, mahal, dan saling berkaitan. Aktuaris harus menghitung risiko kecelakaan kerja, keterlambatan proyek, kerusakan bangunan, […]
Perusahaan perkebunan dan agribisnis wajib mengakui serta membayar imbalan kerja yang timbul dari hubungan kerja, mulai dari upah, THR, BPJS, cuti, lembur, sampai kompensasi ketika kontrak […]
Perhitungan aktuaria untuk perusahaan manufaktur dipakai untuk mengukur kewajiban imbalan kerja secara masuk akal, terutama pesangon, pensiun, penghargaan masa kerja, dan manfaat kesehatan setelah karyawan pensiun. […]
Cara paling aman memverifikasi konsultan aktuaria adalah memeriksa tiga hal sekaligus: kredensial aktuarisnya, legalitas kantor yang menawarkan jasa, dan bukti bahwa mereka pernah menangani masalah yang […]
Jika perusahaan belum pernah melakukan valuasi aktuaria, jangan panik, tetapi jangan pula menundanya. Langkah pertama adalah menghitung kewajiban imbalan kerja yang sudah terkumpul, mencatatnya dalam laporan […]
Kesalahan paling umum perusahaan saat menyiapkan data untuk aktuaris adalah mengirim data yang tidak lengkap, tidak konsisten, atau tidak jelas asal-usulnya. Angka-angka itu mungkin terlihat rapi […]
Ringkasan eksekutif laporan aktuaria adalah peta singkat tentang kondisi keuangan suatu program berdasarkan perhitungan risiko, kewajiban, aset, dan asumsi masa depan. Cara membacanya dimulai dari kesimpulan […]