Perhitungan imbalan kerja untuk perusahaan tambang dan energi tidak cukup dilakukan dengan mengalikan masa kerja dan gaji terakhir. Perusahaan perlu memisahkan kewajiban jangka pendek, pesangon, pensiun, […]
OJK dapat menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang lalai mencadangkan imbalan kerja, terutama jika kelalaian itu membuat laporan keuangan menyesatkan, mengurangi laba secara semu, atau menunjukkan perusahaan […]
Regulasi OJK terbaru soal aktuaria tidak berdiri dalam satu aturan tunggal. Perusahaan asuransi perlu membaca beberapa ketentuan sekaligus, terutama POJK 23 Tahun 2023 tentang perizinan dan […]
Perhitungan aktuaria untuk perusahaan manufaktur dipakai untuk mengukur kewajiban imbalan kerja secara masuk akal, terutama pesangon, pensiun, penghargaan masa kerja, dan manfaat kesehatan setelah karyawan pensiun. […]
Restrukturisasi perusahaan dapat menaikkan kewajiban imbalan kerja dalam waktu singkat, terutama jika perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja, menawarkan pensiun dini, atau membayar kompensasi untuk mengakhiri kontrak […]
Jika perusahaan belum pernah melakukan valuasi aktuaria, jangan panik, tetapi jangan pula menundanya. Langkah pertama adalah menghitung kewajiban imbalan kerja yang sudah terkumpul, mencatatnya dalam laporan […]
Transisi ke konsultan aktuaria baru berjalan aman jika perusahaan mengunci tiga hal sejak awal: alasan pergantian, serah terima data dan metode, serta jadwal kerja yang tidak […]
Perusahaan sebaiknya melakukan valuasi aktuaria ulang setidaknya sekali dalam setahun, terutama jika memiliki program imbalan pasti seperti pesangon, pensiun, penghargaan masa kerja, atau manfaat kesehatan pascakerja. […]
Perusahaan kecil tidak otomatis wajib melakukan valuasi aktuaria. Kewajiban itu bergantung pada jenis manfaat karyawan yang dijanjikan, terutama apakah perusahaan memiliki program imbalan pasti seperti pesangon, […]